Teknologi Smart Energy Tingkatkan Produktivitas Budidaya Lele di Situbondo

Pemanfaatan teknologi energi terbarukan terus dikembangkan untuk mendukung sektor perikanan rakyat. Melalui program Smart Energy untuk Meningkatkan Produksi pada Budidaya Lele, Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Batu Alam Berkah di Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, mendapatkan pendampingan penerapan teknologi berbasis panel surya pada tahun 2025.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Creani Handayani, S.Pi., M.Si., Dr. Ach. Khumaidi, M.P., dan Anita Diah Pahlewi, S.Pd., M.T., dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Desa Curah Jeru dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan lele di Kabupaten Situbondo. Sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pembudidaya ikan. Namun, dalam praktiknya, kelompok mitra menghadapi sejumlah permasalahan, di antaranya ketidakstabilan pasokan listrik, tingginya biaya operasional, penurunan kuantitas produksi, serta belum adanya diversifikasi produk olahan ikan.

Sebagai solusi, tim pelaksana menerapkan teknologi Smart Energy berbasis panel surya untuk mengoperasikan pompa dan sistem aerator kolam lele. Teknologi ini dirancang agar tetap berfungsi saat terjadi pemadaman listrik, sehingga kualitas air dan pertumbuhan ikan tetap terjaga secara optimal.

Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, pemasangan panel surya, perakitan sistem aerasi, penerapan teknologi Smart Energy, pelatihan pembuatan produk olahan ikan lele, serta pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem Smart Energy mampu berfungsi dengan baik dan berkontribusi dalam menurunkan biaya listrik, menjaga stabilitas kualitas air, serta meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya lele. Selain itu, kelompok mitra juga berhasil mengembangkan diversifikasi produk olahan ikan lele, yaitu nugget lele dan kerupuk lele kriwil, yang telah dikemas dan dipasarkan baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Melalui program ini, diharapkan POKDAKAN Batu Alam Berkah semakin mandiri dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh penerapan energi terbarukan pada sektor perikanan budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Situbondo.

PRESTASI MAHASISWA

Situbondo, 2 November 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS). Gilang Saputra, mahasiswa Program Studi Teknik Kelautan, berhasil meraih Juara 2 Kumite Senior Putra pada ajang Sebelas Maret International Karate Open Championship 2025.

Kejuaraan internasional yang berlangsung pada 31 Oktober – 2 November 2025 di Gedung Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS) ini diikuti oleh berbagai atlet dari dalam dan luar negeri. Gilang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil menembus babak final dan meraih posisi kedua pada kategori kumite senior putra.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen UNARS dalam mendukung mahasiswa untuk berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Fakultas mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Gilang serta berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkompetisi dan mengharumkan nama kampus.

Kerja Sama Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo dan University of Saint Anthony Filipina

Situbondo, 24 Oktober 2025 – Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi (FPST) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) resmi menjalin kerja sama internasional dengan University of Saint Anthony, Philippines melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Aula Kampus UNARS.

Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FPST UNARS, Ir. Andina Mayangsari, M.M., bersama Dean of the College of Teacher Education University of Saint Anthony, Dr. Rafael V. Onate.

Kerja sama ini mencakup beberapa bidang strategis, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan memperkuat kolaborasi akademik dan meningkatkan daya saing global UNARS.

Melalui kerja sama ini, UNARS berharap dapat memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, serta membuka peluang baru bagi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan akademik di tingkat global.

INOVASI PLASBUT PAVING BLOCK MEMANFAATKAN ENERGI MATAHARI DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP

Situbondo – Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan sejak dini terus dikembangkan melalui dunia pendidikan. Salah satunya diwujudkan dalam program Edukasi Lingkungan dan Wirausaha Hijau: Inovasi Plasbut Paving Block Memanfaatkan Energi Matahari melalui Program Marine Entrepreneur School (MES) yang dilaksanakan di SMPN 4 Panarukan Satap, Kabupaten Situbondo, pada tahun 2025.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, yakni Ani Listriyana, S.Si., M.T., Nurul Amalia Silviyanti, M.Si., dan Vidya Pratiwi, M.Pd., bekerja sama dengan SMPN 4 Panarukan Satap sebagai mitra. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan, khususnya permasalahan sampah plastik pesisir, serta keterbatasan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Melalui program MES, solusi yang ditawarkan mencakup edukasi lingkungan dan literasi pesisir, pelatihan pembuatan paving block ramah lingkungan, hingga penerapan teknologi Plasbut Hybrid EcoTech (PHET) yang memanfaatkan energi surya dan LPG.

Teknologi PHET yang diterapkan meliputi penggunaan panel surya untuk mengoperasikan mixer, exhaust, dan sistem spray, kompor LPG untuk pelelehan plastik, cetakan dan alat press manual, serta sistem monitoring tenaga surya. Teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi polusi asap.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan capaian yang signifikan. Keterampilan peserta meningkat hingga 90 persen, dengan produksi 9 paving block selama lima hari pelatihan. Efisiensi produksi juga meningkat sekitar 75 persen, dari sebelumnya satu jam untuk satu paving secara manual menjadi sekitar 30 menit untuk dua paving menggunakan alat. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil menekan biaya operasional dan mengurangi dampak pencemaran udara.

Program MES juga telah terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran di sekolah dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 100 persen, sehingga memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Sebagai luaran, program ini menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi, publikasi di media cetak seperti Radar Situbondo, video dokumentasi pada kanal YouTube institusi, poster publikasi pada laman web institusi, serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk alat produksi paving berbasis tenaga surya (PHET).

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang peduli lingkungan, memiliki keterampilan pengelolaan sampah, serta mampu menciptakan peluang wirausaha hijau berbasis teknologi ramah lingkungan yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain.

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KEMITRAAN MASYARAKAT OLEH LP2M UNARS – PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN

Pada hari Rabu, 24 September 2025, LP2M UNARS (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) mengadakan monitoring lapangan ke SMP 4 Panarukan.
Monitoring ini dilakukan untuk mengevaluasi alat yang telah diberikan oleh tim UNARS dengan dana dari Kemdiktisaintek.

Harapannya, evaluasi ini dapat menekankan pada keberlanjutan program yang telah diberikan dan alat yang telah dirancang, sehingga program ini dapat berhasil dengan baik dalam mewujudkan lingkungan yang lebih lestari dan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

LP2M mengharapkan agar alat yang telah dirancang oleh Teknik Kelautan UNARS ini dapat dipatenkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat Situbondo.
Alat ini diharapkan dapat digunakan tidak hanya di SMP 4, tetapi juga di seluruh wilayah Situbondo dan Indonesia pada umumnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah plastik tanpa menyebabkan pencemaran lingkungan lainnya, seperti polusi udara.