INOVASI PLASBUT PAVING BLOCK MEMANFAATKAN ENERGI MATAHARI DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP

Situbondo – Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan sejak dini terus dikembangkan melalui dunia pendidikan. Salah satunya diwujudkan dalam program Edukasi Lingkungan dan Wirausaha Hijau: Inovasi Plasbut Paving Block Memanfaatkan Energi Matahari melalui Program Marine Entrepreneur School (MES) yang dilaksanakan di SMPN 4 Panarukan Satap, Kabupaten Situbondo, pada tahun 2025.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, yakni Ani Listriyana, S.Si., M.T., Nurul Amalia Silviyanti, M.Si., dan Vidya Pratiwi, M.Pd., bekerja sama dengan SMPN 4 Panarukan Satap sebagai mitra. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap lingkungan, khususnya permasalahan sampah plastik pesisir, serta keterbatasan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Melalui program MES, solusi yang ditawarkan mencakup edukasi lingkungan dan literasi pesisir, pelatihan pembuatan paving block ramah lingkungan, hingga penerapan teknologi Plasbut Hybrid EcoTech (PHET) yang memanfaatkan energi surya dan LPG.

Teknologi PHET yang diterapkan meliputi penggunaan panel surya untuk mengoperasikan mixer, exhaust, dan sistem spray, kompor LPG untuk pelelehan plastik, cetakan dan alat press manual, serta sistem monitoring tenaga surya. Teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi polusi asap.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan capaian yang signifikan. Keterampilan peserta meningkat hingga 90 persen, dengan produksi 9 paving block selama lima hari pelatihan. Efisiensi produksi juga meningkat sekitar 75 persen, dari sebelumnya satu jam untuk satu paving secara manual menjadi sekitar 30 menit untuk dua paving menggunakan alat. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil menekan biaya operasional dan mengurangi dampak pencemaran udara.

Program MES juga telah terintegrasi ke dalam seluruh mata pelajaran di sekolah dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 100 persen, sehingga memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Sebagai luaran, program ini menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi, publikasi di media cetak seperti Radar Situbondo, video dokumentasi pada kanal YouTube institusi, poster publikasi pada laman web institusi, serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk alat produksi paving berbasis tenaga surya (PHET).

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang peduli lingkungan, memiliki keterampilan pengelolaan sampah, serta mampu menciptakan peluang wirausaha hijau berbasis teknologi ramah lingkungan yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain.

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN KEMITRAAN MASYARAKAT OLEH LP2M UNARS – PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN

Pada hari Rabu, 24 September 2025, LP2M UNARS (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) mengadakan monitoring lapangan ke SMP 4 Panarukan.
Monitoring ini dilakukan untuk mengevaluasi alat yang telah diberikan oleh tim UNARS dengan dana dari Kemdiktisaintek.

Harapannya, evaluasi ini dapat menekankan pada keberlanjutan program yang telah diberikan dan alat yang telah dirancang, sehingga program ini dapat berhasil dengan baik dalam mewujudkan lingkungan yang lebih lestari dan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

LP2M mengharapkan agar alat yang telah dirancang oleh Teknik Kelautan UNARS ini dapat dipatenkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat Situbondo.
Alat ini diharapkan dapat digunakan tidak hanya di SMP 4, tetapi juga di seluruh wilayah Situbondo dan Indonesia pada umumnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah plastik tanpa menyebabkan pencemaran lingkungan lainnya, seperti polusi udara.