Sosialisasi Program P5: Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Sampah dengan Konsep 3R
Dalam upaya mendukung terciptanya gaya hidup berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, SMAN 1 Situbondo menyelenggarakan sosialisasi Program P5 dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Kegiatan ini mengangkat topik pemanfaatan sampah melalui konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) untuk mengajak peserta didik kelas XI lebih memahami dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka.
Sosialisasi ini menghadirkan Ibu Ani Listriyana, S.T., M.Si., dosen dari Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo, sebagai narasumber utama. Dengan latar belakang keahlian di bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya pesisir, Ibu Ani akan berbagi pengetahuan mengenai konsep 3R yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang baik dapat memberi dampak positif bagi lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.
Melalui sesi ini, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya mengurangi produksi sampah, memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan, dan mendaur ulang bahan-bahan yang dapat diolah menjadi produk baru. Selain itu, peserta juga akan diberi panduan praktis dan inspiratif tentang cara-cara kreatif untuk mengaplikasikan konsep 3R di sekolah dan rumah masing-masing.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menginspirasi siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami bahwa tindakan sederhana seperti pemanfaatan sampah dengan konsep 3R bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Dengan harapan, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam di masa depan.
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo melalui Program Studi Teknik Kelautan mengundang mahasiswa untuk bergabung dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar melalui berbagai mata kuliah menarik dan relevan dengan dunia kelautan.
Mata Kuliah yang Ditawarkan:
Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu
Hari: Selasa
Waktu: 08.00 – 09.30
Pencemaran Perairan
Hari: Rabu
Waktu: 13.45 – 15.15
Ekowisata Pesisir
Hari: Jumat
Waktu: 08.00 – 09.30
Program ini dirancang untuk memberikan wawasan komprehensif kepada mahasiswa mengenai isu-isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya kelautan. Jadilah bagian dari solusi pengelolaan pesisir dan pelajari lebih dalam tentang ekosistem pesisir, pencemaran perairan, dan pengembangan ekowisata.
Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut: Untuk bergabung, silakan hubungi Bu Ani di nomor 081336236041.
Ambil kesempatan ini dan kembangkan kemampuan Anda bersama kami di Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo!
Program Studi Teknik Kelautan UNARS kembali mengadakan Kuliah Tamu Online nih. Mata Kuliah Penginderaan Jauh hadir dengan mengusung tema Mendalami Penggunan Teknologi Satelit. WOW, menarik ya?!
Eiittss… Tidak hanya mendapatkan e-Sertifikat, disini kalian bisa ajukan pertanyaan kepada pemateri kita. Yuk, buruan. Tunggu apa lagi, segera daftar.
🗓️ Kamis, 14 Maret 2024 ⏰ 09.00 – 10.30 WIB Live Zoom
Link Pendaftaran : https://bit.ly/daftarkuliahtamu2024
Sampah merupakan masalah yang sudah lama menjadi topik pembahasan. Solusi penanganan sampahpun telah dilakukan mulai dari peraturan pemerintah hingga pelaksanaan di unit terkecil berupa pembentukan bank sampah yang telah dilakukan di beberapa daerah. Namun, tidak 100% masyarakat indonesia paham dan sadar akan hal ini. Masyarakat sebenarnya telah berhasil menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, Namun tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan dalam lingkungan masyarakat.
Oleh karena itulah menjadi tanggung jawab kita bersama , termasuk akademisi dalam hal ini dosen dan mahasiswa untuk ikut serta mengolah sampah di masyarakat dengan cara yang lebih kreatif lagi sehingga nantinya akan diikuti oleh masyarakat sekitar.
Pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan telah dilakukan Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi UNARS melalui pembelajaran dalam kelas dan di luar kelas dengan mengajak mahasiswa ikut serta dalam pengabdian dan penelitian secara langsung terkait pengelolaan sampah plastik.
Bentuk upaya pelestarian lingkunan salah satunya kami terapkan dalam mata kuliah Teknologi dan Mekanika Bahan. Setelah mahasiswa memahami tentang faktor penting yang mempengaruhi kekuatan pada bahan serta mekanika yang terjadi di dalamnya, kami berikan tugas penelitian sederhana di akhir semester. Adapun tugas yang diberikan yakni mahasiswa membuat Paving Block dari perpaduan sampah plastik dan bahan lainnya yaitu serabut kelapa di mana plastik dan serabut ini merupakan salah satu bahan limbah di lingkungan pesisir Pantai Situbondo. Tujuan dari penelitian sederhana ini adalah untuk mengetahui kekuatan paving block dari komposisi bahan yang berbeda beda yang diperoleh dari limbah di lingkungan. Pengujian dilakukan dengan uji tekan dengan metode manual yakni dengan menggunakan beban yang diletakkan pada sample uji. Uji coba ini dilakukan pada lima sample paving block yang telah di buat sebelumnya dengan perbandingan yang berbeda beda
.
Alat yang digunakan adalah galon berisi air
.Adapun Komposisi Perabandingan bahan yang di gunakan adalah
Kode Sampel
Massa Pasir(gram)
Massa Sabut Kelapa (gram)
Massa Plastik(gram)
A
175
0
75
B
150
25
75
C
100
75
75
D
87.5
87.5
75
E
75
100
75
Tahap Pengujian Sampel Tahap ini dilakukan dengan menggunakan gallon yang diisi penuh dengan air lalu diletakkan di atas masing masing sample selama kurun waktu 10 menit untuk mengetahui kekuatan atau daya tahan paving block terhadap tekanan yang diberikan
Gambar Proses Uji Tekan Manual
.Hasil Uji Tekan Manual
Pembahasan
Dari hasil uji tekan yang dilakukan pada kelima sample tersebut didapatkan
Sample A: Sangat Kuat
Sample B: Kuat
Sample C: Kuat
Sample D: Hancur
Sample E: Kuat
Sample A memilki daya tahan tekan dikarenakan sifat dari bahan itu yakni plastik bersifat lebih plastis dan pasir kuat untuk menahan tekanan.
Sample B, C, E memiliki daya tahan kuat yang didapatkan dari plastic dan pasir. Serta tambahan dari sifat sabut kelapa itu sendiri yakni memperbesar kekuatan plastis benda sehingga paving yang dihasilkan lebih ringan.
Sample D sendiri hancur dikarenakan kurangnya tekanan yang mengikat bahan material seperti pasir, plastic, dan sabut sehingga susunan pengikat antara bahan berkurang menyebabkan sample D hancur saat diuji tekan. Tidak seperti Sample E yang mana selama proses pencetakan dilakukan penekanan terhadap sample yang terus menerus dilakukan sampai pada proses pendinginan. Sehingga kuat rekat antara bahan pada sample E bersifat mengikat dan akibatnya Sample E lebih kuat dari Sample D yang tidak diberikan perlakuan sama sekali.
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari penelitian sederhana ini adalah banyak bahan campuran yang dibuat akan menyebabkan perbedaan terhadap kekuatan masing masing sample. Hal ini ditunjukkan semakin banyaknya sabut kelapa yang ditambahkan maka sifat pengikat dari plastic akan berkurang dimana tidak ada penambahan plastic yang digunakan sebagai perekat. Hal tersebut dapat diatasi dalam proses pencetakan yang mana perlakuan tekan pada sample yang memiliki banyak sabut kelapa sangat diperlukan untuk meningkatkan daya rekat dari plastic, sehingga hasil yang didapat akan semakin padat dan kuat. Dan harapannya, hasil uji kuat tekan manual ini dapat menjadi dasar untuk membuat paving block skala penggunaan untuk masyarakat banyak.
Pada hari selasa, tanggal 12 November 2019 teknik kelautan mengadakan praktikum lapang atau kunjungan lapang ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo dan Kampung Blekok Situbondo. Kegiatan ini untuk menunjang perkuliahan Biologi Laut dan mata kuliah ini bermanfaat bagi mahasiswa khususnya semester 1 di dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan diawali dengan berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo untuk mengamati kegiatan pengenalan plankton. Di BPBAP Situbondo mahasiswa diajak mengamati plankton sebelum panen dan pasca panen.
Kegiatan kedua dilaksanakan di Kampung Blekok Situbondo. Ada perbedaan dengan BPBAP Situbondo di Kampung Blekok ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah Biologi Laut diperkenalkan dengan Hutan Mangrove karena di Kampung Blekok ini banyak berbagai macam jenis mangrove. Tidak hanya mangrove tetapi Mahasiswa juga diperkenalkan flora maupun fauna yang ada di Kampung Blekok khususnya burung Blekok yang menjadi ciri khas dan sekaligus menjadi ikon utama di Kampung Blekok ini
.
Harapannya pada kegiatan praktikum lapang atau kunjungan lapang ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah Biologi Laut dapat mengamati, membedakan dan memahami kekurangan dan kelebihan dari BPBAP Situbondo dan Kampung Blekok Situbondo. Mahasiswa juga diharapkan dapat mendapatkan referensi sebagai lokasi penelitian di dalam menyelesaikan Skripsi.
Pada hari selasa, tanggal 19 Mei 2022 teknik kelautan mengadakan praktikum lapang atau kunjungan lapang ke balai perikanan budidaya air payau situbondo di Desa gelung dan keramba jaring apung pantai pathek situbondo. Hal ini guna menunjang kegiatan perkuliahan Budidaya Perairan dan mata kuliah ini bermanfaat bagi mahasiswa khususnya semester 6 di dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan diawali dengan berkunjung ke balai perikanan budidaya air payau situbondo di Desa gelung situbondo untuk mengamati kegiatan budidaya dikolam beton. Di BPBAP situbondo mahasiswa diajak mengamati perawatan kolam sebelum panen dan pasca panen, mahasiswa juga mendapat pengetahuan tentang budidaya udang dan ikan kerapu karena memang di BPBAP udang dan ikan kerapu merupakan produk unggulan mereka.
Kegiatan kedua dilaksanakan di keramba jaring apung pantai pathek situbondo. Ada sedikit perbedaan komoditas dengan BPBAP situbondo di keramba jaring apung ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah budidaya perairan diperkenalkan dengan budidaya lobster karena lobster merupakan komoditas unggulan di keramba jarring apung ini. Mahasiswa memiliki pengalaman yang berbeda saat di keramba jaring apung ini karena proses budidaya disini dilakukan di lepas pantai.
Harapannya pada kegiatan praktikum lapang atau kunjungan lapang ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah budidaya perairan dapat mengamati, membedakan dan memahami kekurangan dan kelebihan dari proses budidaya dikolam beton dan di keramba jarring apung.
Harapannya pada kegiatan praktikum lapang atau kunjungan lapang ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah budidaya perairan dapat mengamati, membedakan dan memahami kekurangan dan kelebihan dari proses budidaya dikolam beton dan di keramba jarring apung
Harapannya pada kegiatan praktikum lapang atau kunjungan lapang ini mahasiswa yang menempuh mata kuliah budidaya perairan dapat mengamati, membedakan dan memahami kekurangan dan kelebihan dari proses budidaya dikolam beton dan di keramba jarring apung
Pada hari kamis, tanggal 18 Agustus 2022 kampus Universitas Abdurachman Saleh Situbondo mengadakan acara pengabdian masyarakat dan sekaligus merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai tugas utama mengembangkan dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu Unars membantu sekolah memecahkan persoalannya. Baik masalah inovasi pembelajaran dan pengembangan sumber belajar yang dapat diakses oleh sekolah yang membutuhkan. Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat di aplikasikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah “Ekowisata Mangrove Sebagai Sarana Pendidikan Lingkungan Melalui Sekolah Alam”.
Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Panarukan Situbondo merupakan salah satu sekolah yang memiliki lokasi yang berada di pesisir Situbondo sehingga sekolah ini cocok dalam penerapan inovasi pembelajaran tentang pendidikan lingkungan hidup dengan judul “Ekowisata Mangrove Sebagai Sarana Pendidikan Lingkungan Melalui Sekolah Alam”.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini juga terintegrasi dengan mata kuliah Ekowisata Pesisir di mana kami melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Panarukan Situbondo sebagai peserta dalam proses pelatihan yang diberikan.
Pada hari kamis kemarin, tanggal 10 desember 2020, Teknik Kelautan mengadakan kuliah tamu untuk mata kuliah Pondasi Bangunan Laut dengan pemateri dari praktisi yakni Ilham Cahya, S.T, M.T
Dalam kuliah tamu ini tidak hanya di hadiri mahasiswa dari peserta mata kuliah pondasi bangunan laut saja, namun dari mahasiswa yang belum menempuh pun ikut hadir
Adapun capaian dari kuliah tamu ini yakni mahasiswa mampu memahami bagaimana engineer dapat membangun kontruksi bawah air Serta memahami proses pemrcahan masalah pada kasus sedimentasi di kolam labuh PLTU Adipala
Sign In
The password must have a minimum of 8 characters of numbers and letters, contain at least 1 capital letter